Cara Mengetahui Perbedaan Oli Transmisi Manual dan Matic

Home ยป Cara Mengetahui Perbedaan Oli Transmisi Manual dan Matic

Cara Mengetahui Perbedaan Oli Transmisi Manual dan Matic

Cara Mengetahui Perbedaan Oli Transmisi Manual dan Matic
Banyak anggapan transmisi matik pada mobil bebas perawatan, hal tersebut tidak seratus persen benar. Bagaimanapun transmisi matik tetap membutuhkan perawatan secara berkala, khususnya penggantian oli transmisi atau biasa disebut Automatic Transmission Fluid (ATF).

Secara fungsi ATF dengan oli transmisi manual memiliki perbedaan. Pada transmisi manual oli berfungsi sebagai sistem pelumasan yang memuluskan kerja komponen pada mesin saja, sedangkan pada transmisi matik, oli selain bekerja sebagai pelumas juga berfungsi penghantar dalam mekanisme perpindahan gigi transmisi.

“Oli transmisi matik dan manual memiliki perbedaan secara fungsi, kalo manual hanya mendukung kinerja mesin saja sedangkan matik selain pelumasan juga menunjang kinerja perpindahan gigi transmisi,” ungkap Anca pemilik bengkel Mirza Autocare

Jadi jika oli transmisi matic terlalu encer atau terlalu kotor, daya lumasnya akan berkurang dan akan menyebabkan oli menjadi cepat panas. Dalam kondisi tersebut, dapat menyebabkan kampas kopling hidrolik dan kampas rem yang ada di transmisi tersebut cepat aus bahkan bisa terbakar.

Jika kampas kopling terbakar, bisa dipastikan komponen ini tidak bisa lagi meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke penggerak roda. Inilah yang bisa membuat mobil mogok.

Lakukan penggantian oli transmisi matik setiap 10.000 kilometer atau setiap dua kali ganti oli mesin.

By | 2016-06-21T16:25:33+00:00 June 21st, 2016|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment